Delicious LinkedIn Facebook Twitter RSS Feed

kebetulan yang sangat menyebalkan.

kalau kau bicarakan takdir, jangan denganku. karena aku pernah merasakan bagaimana takdir seharusnya terasa. dan sangat menyebalkan. hrrr.

dan lalu kau yakin kau tidak boleh saling bertemu. lagi. selama. yang. bisa. kau. harapkan.

and that's how you win someone.

    If u wanna punnish someone, there`s someway i recommend.
  1. Be happy. So that he or she know that they`re nothing in ur life. That ur so special according to someone that love u so much
  2. Get them feel guilty. Finding something that u can mess around, make ur self confident, and make him guilty. No one can get through the guilty feeling that easy.
  3. The both of them are so powerfull. To use it, u need to be careful, and so precisely accurate to not making any mistake. And voila, he or she will think about you very carefully.
    If u wanna punnish someone, there`s someway i recommend.
  1. Be happy. So that he or she know that they`re nothing in ur life. That ur so special according to someone that love u so much
  2. Get them feel guilty. Finding something that u can mess around, make ur self confident, and make him guilty. No one can get through the guilty feeling that easy.
  3. The both of them are so powerfull. To use it, u need to be careful, and so precisely accurate to not making any mistake. And voila, he or she will think about you very carefully.

keadaan paling parah dalam hidupku

Adalah dimana otakmu menolak untuk merindu, sementara hatimu berdesir secara otomatis.
Kau tidak bisa memikirkannya tiap malam, tapi degupnya terdengar sampai gendang telinga.

Kau tidak sedang berfantasi, tapi nafasmu mendesah tiap detiknya.
Padahal kau tidak tahu kenapa.

Seakan-akan otakku menerima dengan ikhlas, sementara hatiku, sudah memiliki pikirannya sendiri.


Saat kau tidak mengenal dirimu sendiri, dan kehilangan pegangan atas apa yang kau percayai.
Saat kau merasa tidak mengerti, saat kau merasa aneh dan asing kepada dirimu sendiri.

Mungkin besok kau akan berkata, "apa yang sebenarnya sedang kau lakukan."

Walau otakku bisa merasakan bebannya. Otakku bisa mendengar suaranya, tapi tidak menurutinya.
Keadaan dimana semua anggota tubuhku diatur oleh kekuatan diluar kepalaku.

Kurasa aku sudah benar-benar gila. Bisa bilang apa lagi?

berkacalah

Dari guna masa lalu, dari situ bisa kau baca. Tiap jalan yang kau tandai menjadi milikmu, tidak akan pernah kau lewati lagi.

Seperti foto-foto masa yang sudah hilang. Tapi setiap saat masih bisa kau pandang ketika ingin kau pamerkan.

Kalau kau membeli permen untuk pertama kalinya, rasanya nikmat sekaligus menghancurkan semua keingin tahuan. Dan tanpa itu, rasanya berkurang. Setiap kau menikmati rasa yang sama, ada rasa yang sudah pernah kau alami.

Seperti kambium di pohon, menjadi usia mereka. Dan menjadi sesuatu yang spesial, dari situ mereka kuat. Terbentuk berbeda satu sama lain.

Seperti manusia, didepan kaca. Melihat dirinya sendiri. Setiap hari, semakin kuat. Semakin terbentuk. Setiap berkaca, ia lihat dirinya yang rapuh, sekaligus yang kuat. Ia lihat setiap inchi lukanya, dan bekas-bekas yang ada. Setiap ia bercermin, ia ingat siapa dirinya.

Ia menetapkan tujuannya, agar besok ia melihat dirinya lagi, dengan perasaan yang lebih baik, setiap harinya.

aku sudah berhenti mencinta.

aku akan berhenti galau. hanya karena memang terlalu sering. berhenti.

:D

sisa kenangan #3 "sekali saja"

hari ini hujan seharian. psikologisnya sudah lama ia buat tegak dan terjaga, tapi tetesan air hujan yang terus menerus memberikan logika baru padanya. miringlah otaknya. dan kembali hormon hormon sialan memenuhi dadanya. ia hampir meledak. pada saat yang sama saat kenangan memperkosa ia dengan sengaja. dan ia menyalahkan hujan, memberatkan semua dosa pada tetesan yang turun dengan kemurnian.

ia kembali merindu. merindu di saat yang tepat ketika ia menyiksa dirinya dengan cinta. saat ini ia rekatkan hatinya dengan tubuhnya. ia tahu ia akan kembali hancur berantakan dengan dirinya sendiri. sekali lagi ia mengutuk hujan yang datang seharian. ia hampir orgasme, dengan kepuasan atas sakit yang kenangan beri padanya. tidak akan pernah puas.

rindu ini, cinta yang ini, mendesaknya dalam kepuasan yang sangat-sangat menyakitkan. tapi ia ketagihan. air matanya meleleh pelan, ia pandangi wajahnya di cermin. tidak ada kepuasan yang harusnya ia lihat disana. malah banyak ada bekas luka yang tidak pernah bisa hilang, dan juga luka luka baru yang kelihatan masih sangat segar. dan yang lama? ia gosokan garam disana, agar ia selalu ingat kesakitan ini adalah kepuasannya. adalah penopang hidupnya.

jendela kamar suram itu hanya ada satu dan disana masih hujan.

ia masih belum orgasme tapi ia sudah hancur. meringkuk dalam di lantai dingin dan basah. lalu ia mulai menulis,


"kali ini aku hancur lagi. kali ini aku tidak bisa lagi mengatakan cintaku. kali ini kata-kataku abadi."



kertasnya ia balik, dan kembali menulis.


kumohon, kembalilah dan buktikan cintamu padaku sekali saja.



dan ia mati.



oh tidak, jantungnya berdetak, nafasnya berhembus, tapi hatinya mati. kali itu saja, ia kehilangan semangat dalam matanya dan terpekur . meyakini dirinya sendiri bahwa ia sudah mati.

sisa kenangan #3 "saat yang tepat"

aku menggunakan kacamata, meski mataku masih sehat yang justru membuatku tidak dapat melihat. aku mengenakan baju yang biasa saja. mengenakan celana jeans yang bersaku lebar. dan bersepatu. jujur, aku ingin membawa jaketku. tapi diluar sangat panas. jadi aku berangkat. kusisipkan kedua tanganku di kantong jeansku.

aku akan bertemu denganmu. karena itu aku bergaya seperti ini. dan ketika aku bertemu denganmu, kau bertanya satu hal padaku. "kenapa kamu datang dengan gaya seperti ini?"

aku hanya tersenyum, tapi pikiranku sudah siap menjawab.

aku mengenakan kacamata ini karena aku lelah terpaku oleh cahaya yang terpancar dari wajahmu. atau juga karena aku tak mau terlihat begitu mencintaimu.

kulapisi telingaku agar tak terbuai oleh manisnya suaramu. walau tak ada kata kata yang terpaut.

aku memakai baju ini untuk mencegah kulitku bergetar ketika kita bertemu.

aku memasukan tanganku ke kantong celanaku. karena jika ada kamu, tanganku tidak mau mematuhiku. atau ia akan membelaimu dengan halus bahkan tanpa kusadari.

sepatu ini akan berusaha menjauhkanmu dariku. dengan usahanya sendiri. atau sebaliknya berlari kearahmu.

aku melindungi diriku dari kamu. aku menjaga logikaku untukmu.

tapi aku tidak pernah bisa melindungi hatiku dari getaran cinta yang merasakan adanya kamu.

penetralan

netral itu sulit. sangat perih.
Berada di sisi tegak, tengah, tidak berarah.

netral itu pelarian.
Buatku, benar-benar lari, dan sangat memuakan.
Netral itu jahat. Netral itu tidak mungkin putih.

netral juga tidak mungkin hitam.
netral itu ya netral.
Penggambaranya tanpa ada.

netral ya netral. Netral itu tidak berani. Bukan takut. Bukan pilihan.
Netral itu tidak perih. Sakit. Tidak sakit.

netral itu bukan pilihan. Bi(a)sa netral?

pagi, sepi

seseorang terduduk terdiam,
hanya memandang,

mungkin mengharap meleleh.
mungkin.

bunga diatas meja, kering
biasnya matahari di jendela.

tetap terdiam.
menggeser kursinya, dibawah cahaya.
terpejam.
mengharap meleleh.

dilema

terlalu banyak merangkai kata
fisikku terluka parah
kekurangan asupan kalimat
hatiku berasa tamat.

sisa kenangan #1 "kalau misalnya"

Kalau misalnya, kita bertemu di suatu masa, tempat sunyi yang sepi, aku akan dengan tulus memintamu memelukku.

Aku saat ini kelelahan mengikuti bayanganmu. Dan obatnya, hanyalah ketenangan, meskipun semu, kenyataan bahwa kau ada untukku.

Kalau saja, kau dan aku bertemu lagi, misalnya saja dibawah sebuah pohon rindang yang membuat bau kita tak tercium dunia, aku ingin kau mendekapku, meski sekejap.

Aku pada waktu ini mengkhayal terlalu jauh, terlalu tinggi, sehingga dalam sekejap aku terjatuh tanpa tahu sampai kapan aku mencapai tanah yang nyata.

Kau mengerti? ini intinya adalah aku masih menginginkanmu, bahkan jika seluruh dunia melihat kita, mencaci, mencerca, aku akan ingat untuk tetap menjaga kita didalamnya.

Tapi lebih baik inginku jangan kau baca, jangan kau terka, karena saat itu, mungkin saja, aku masih tetap akan terus mencinta.
menurutmu apakah pengetahuan untukmu sangat penting?

menurutku ya. sangat penting. tapi ada konsekuensinya. hampir seperti semua hal yang kita lakukan setiap hari, hubungan sebab akibat, dan sebagainya. 

menyakitkan. 

ketika kau tidak tahu apa-apa, kau bisa bahagia tanpa peduli apapun. jika kau tidak tahu, tidak akan ada bayangan-bayangan aneh hanya karena pada kenyataannya kau tahu sesuatu.

kesakitan karena pengetahuanmu terhadap sesuatu membuat aku kehilangan minat untuk menjadi peka. untuk mengetahui lebih lanjut, untuk menjadi seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas. memang bodoh, tapi apa boleh buat, aku masih tetap diharuskan untuk mengisi otakku dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru. 


aku lebih memilih tidak tahu. karena ketidaktahuan menenangkan. coba kucontohkan: kalau kau tahu besok kiamat apakah kau bisa tidur siang dengan nikmat? 


oleh karena itu, aku iri pada mereka yang tidak tahu. tapi pengetahuan itu candu. karena semuanya berkaitan, sehingga jadi candu. dan semakin aku tahu semakin menyayat hati. 

jika aku bertanya ada apa, dan kau menjawab aku tidak perlu tahu, aku mengerti kesakitannya hanya terletak di penolakan dan bukan di pengetahuan yang tidak pernah kau biarkan aku untuk sakit. kau mengerti?


ada hal-hal yang sebaiknya kita tidak pernah tahu, dan ada selalu hal yang memaksa kita menyakiti diri sendiri.

puisi

 
Dengar dengar! Aku membuat puisi, berbahasa Jerman.  Dengar ya...

Zeitloss

Ich habe meine Augen geschlossen
Gehe in meiner Traum
Da ist zeitloss

Ich bin falsch
An unserem Gesichte erinnert
Ich habe ohne Zeit zu verbringen

Ich will hier
In einem Zeit
Niemals werde traurig

Die Zeit läuft so schnell
Meine Zeit steht hier still

Dengan terjemahan bahasa Indonesia

Tak berwaktu

Aku menutup mata
Pergi ke mimpi saya
Disana tak berwaktu, tanpa masa.

Aku salah
Mengingat waktu kita yang telah
Aku menghabiskan sesuatu yang tidak kupunya

Aku mau disini
Disatu waktu ini
Tidak akan merasa sedih

Waktu berjalan begitu cepat
Waktuku terhenti bergerak

Menjadi semakin parah

Setiap aku memejamkan mata hati ku mengingatmu. Seakan-akan bodoh saja, seakan akan tidak akan pernah jatuh cinta lagi pada siapapun. 

Karena hampir setiap hari aku akan melihat sosokmu di tubuh lelaki manapun. Aku melihat matamu di mata siapapun. Aku melihat bayanganmu di mana-mana. Aku melihat senyummu di cermin otakku. Aku selalu melihatmu, sebagai sebuah imajinasi, seperti mata hati yang bekerja keras menyerap sinyal-sinyal kehadiranmu yang benar-benar seperti orang bodoh.

Aku seperti anak kecil yang pertama kali mengenal cinta. Aku benar-benar benci akan kenyataannya, bahwa aku mencintaimu seperti anak kecil yang mencintai mainan koboinya. Aku benar-benar sudah gila.

Sudah hampir beberapa tahun tidak bertemu, beberapa abad bagiku untuk tetap berharap. Dalam beberapa tahun ini aku kecewa dan kekecewaaanku memuncak. Tapi sejauh apa 

Antara kuliah, kerja, dan anak-anak

*ketika menikmati susu di malam yang terlalu malam.*

Teringat bagaimana susu kita minum ketika kita masih kecil dan tanpa beban. Lalu teringat cara belajar kita ketika kita masih di tingkatan sd, yang sangat mengagetkan. Karena saya tidak pernah sekalipun mencontek ketika ujian, ulangan dan semua tes yang sudah diadakan oleh yang seharusnya mengadakan. Saking baiknya, saking polosnya. Saking diaturnya akhlak kami ketika kami kecil.


Menginjak smp, dan sma, lingkungannya sangat mendukung untuk mencontek, malas-malasan dan sebagainya. Karena lingkungan smp dan sma disiapkan bukan untuk murid-muridnya, tetapi untuk sekolahnya. Kedatangan kami tidak terlalu penting. Yang penting adalah kelulusan kami. Terasa sekali,  bagaimana perubahannya. Dan untuk anak sd kelas 6 yang masih hidup di angan-angan, aku melihatnya dengan seksama.

Anehnya, tidak ada seorangpun yang butuh tidur cukup dan bangun pagi. Tidak ada anak smp atau sma yang tertidur di atas meja belajarnya ketika sedang belajar atau membaca buku. Sangat berbeda ketika masih sekolah dasar.
*seruput es susu dingin*

Ketika smp atau sma, kemungkinan besar tidak ada satupun pelajaran dan sesuatu apapun yang kuingat dan pantas kuingat karena sesuatu itu begitu penting. Entahlah, kecuali cinta pertama, pelajaran demi pelajaran hanya lewat dan mampir, masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Tidak ada yang menempel sedikitpun karena terlalu menarik. Entahlah. Mungkin juga karena terlalu banyak mata pelajarannya. Entah juga ya.

Yang pasti, susu yang dulu ketika sd enak, masih tetap enak ketika kita dewasa.